Berita kesehatan bulan Mei

1. Peluncuran Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Nasional

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan meresmikan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara nasional pada 16 Mei 2026.

  • Target: Menyasar 136 juta warga sepanjang tahun 2026.
  • Tujuan: Deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) dan penguatan tindak lanjut pengobatan di tingkat Puskesmas dan fasilitas kesehatan pertama.

2. Kewaspadaan Terhadap Wabah Hantavirus

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan peringatan terkait Hantavirus menyusul laporan kasus pada penumpang kapal pesiar internasional.

  • Status di Indonesia: Kemenkes menyatakan belum ada laporan penularan dari manusia ke manusia di tanah air.
  • Faktor Risiko: Masyarakat diimbau mewaspadai populasi tikus, terutama di daerah rawan banjir, karena virus ini ditularkan melalui urin atau kotoran tikus yang terinfeksi.

3. Update Aturan BPJS Kesehatan per Mei 2026

Terdapat penegasan mengenai 21 layanan dan penyakit yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan mulai bulan ini, antara lain:

  • Layanan kecantikan/estetika (operasi plastik).
  • Pengobatan akibat tindak pidana atau menyakiti diri sendiri.
  • Pengobatan yang dilakukan di luar negeri.
  • Tindakan medis yang masih bersifat eksperimen atau uji coba.
  • Iuran: Pemerintah masih mengkaji wacana kenaikan iuran untuk menutupi defisit, namun tetap mempertimbangkan stabilitas ekonomi masyarakat.

4. Situasi Penyakit Menular di Daerah

  • TBC Anak: Di Magetan, Jawa Timur, dilaporkan terdapat 89 kasus TBC pada anak hingga Mei 2026, dengan mayoritas pasien adalah balita yang tertular dari lingkungan keluarga.
  • Leptospirosis: Terjadi peningkatan kasus di Ngawi dengan 6 petani terinfeksi akibat paparan urin tikus di persawahan.
  • Campak: Meski angka kematian menurun (10 kematian di awal 2026), Kemenkes tetap mendorong perluasan vaksinasi campak bagi tenaga kesehatan dewasa.