Bulan: Mei 2026
Tips kesehatan
Mendapatkan wajah bebas jerawat (acne-free) memerlukan konsistensi dalam rutinitas perawatan kulit yang tepat. Berikut adalah ringkasan tips praktis yang bisa Anda terapkan:
1. Rutinitas Dasar (Basic Skincare)
- Double Cleansing: Gunakan cleansing oil atau micellar water sebelum mencuci muka dengan sabun, terutama setelah beraktivitas di luar ruangan untuk memastikan sisa polusi dan tabir surya terangkat sempurna.
- Pilih Sabun Sesuai pH: Gunakan pembersih wajah yang lembut dengan pH seimbang agar lapisan pelindung kulit (skin barrier) tidak rusak.
- Pelembap Non-Comedogenic: Tetap gunakan pelembap meski kulit berminyak. Pilih label non-comedogenic agar tidak menyumbat pori-pori.
- Wajib Sunscreen: Sinar UV dapat memperparah peradangan jerawat dan menyebabkan bekas jerawat menghitam (PIH).
2. Bahan Aktif Penjinak Jerawat
Jika kulit mulai terasa beruntusan atau muncul jerawat, cari kandungan berikut:
- Salicylic Acid (BHA): Membersihkan pori-pori dari sumbatan minyak.
- Benzoyl Peroxide: Membunuh bakteri penyebab jerawat.
- Niacinamide: Mengontrol produksi minyak dan meredakan kemerahan.
- Retinoid: Mempercepat regenerasi sel kulit (gunakan hanya pada malam hari).
3. Kebiasaan Gaya Hidup
- Jangan Memencet Jerawat: Ini adalah penyebab utama bopeng (scar) dan infeksi yang lebih luas.
- Kebersihan Barang yang Menempel: Ganti sarung bantal minimal seminggu sekali dan bersihkan layar ponsel secara rutin dengan alkohol.
- Diet Seimbang: Kurangi konsumsi makanan tinggi gula (glikemik tinggi) dan produk olahan susu (dairy) jika Anda merasa itu memicu peradangan.
- Manajemen Stres: Stres memicu hormon kortisol yang dapat meningkatkan produksi minyak berlebih.
4. Tindakan Medis (Jika Perlu)
Jika jerawat bersifat kistik (mendalam dan sakit) atau tidak kunjung membaik dengan perawatan mandiri, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional medis guna mendapatkan terapi topikal atau oral yang lebih kuat.
Berita kesehatan bulan Mei
1. Peluncuran Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Nasional
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan meresmikan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara nasional pada 16 Mei 2026.
- Target: Menyasar 136 juta warga sepanjang tahun 2026.
- Tujuan: Deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) dan penguatan tindak lanjut pengobatan di tingkat Puskesmas dan fasilitas kesehatan pertama.
2. Kewaspadaan Terhadap Wabah Hantavirus
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan peringatan terkait Hantavirus menyusul laporan kasus pada penumpang kapal pesiar internasional.
- Status di Indonesia: Kemenkes menyatakan belum ada laporan penularan dari manusia ke manusia di tanah air.
- Faktor Risiko: Masyarakat diimbau mewaspadai populasi tikus, terutama di daerah rawan banjir, karena virus ini ditularkan melalui urin atau kotoran tikus yang terinfeksi.
3. Update Aturan BPJS Kesehatan per Mei 2026
Terdapat penegasan mengenai 21 layanan dan penyakit yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan mulai bulan ini, antara lain:
- Layanan kecantikan/estetika (operasi plastik).
- Pengobatan akibat tindak pidana atau menyakiti diri sendiri.
- Pengobatan yang dilakukan di luar negeri.
- Tindakan medis yang masih bersifat eksperimen atau uji coba.
- Iuran: Pemerintah masih mengkaji wacana kenaikan iuran untuk menutupi defisit, namun tetap mempertimbangkan stabilitas ekonomi masyarakat.
4. Situasi Penyakit Menular di Daerah
- TBC Anak: Di Magetan, Jawa Timur, dilaporkan terdapat 89 kasus TBC pada anak hingga Mei 2026, dengan mayoritas pasien adalah balita yang tertular dari lingkungan keluarga.
- Leptospirosis: Terjadi peningkatan kasus di Ngawi dengan 6 petani terinfeksi akibat paparan urin tikus di persawahan.
- Campak: Meski angka kematian menurun (10 kematian di awal 2026), Kemenkes tetap mendorong perluasan vaksinasi campak bagi tenaga kesehatan dewasa.